0362 21985 ekbangsetda@bulelengkab.go.id
Bagian Perekonomian dan Pembangunan
THE SPIRIT OF SOBEAN PROTANI CABAI GO DIGITAL
Admin ekbangsetda | 29 Maret 2021 | Dibaca 28 kali

Secara harfiah, sobean berarti yang terbaik, yang paling top, yang merupakan istilah lokal di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Istilah The Spirt Of Sobean diperkenalkan oleh Bapak Bupati Buleleng dan akan dijadikan branding terhadap produk - produk unggulan yang ada di Buleleng. Produk-produk  unggulan lokal akan diseleksi dan dimasukkan dalam kelompok sobean, yang bisa dijadikan sebagai referensi karena memiliki jaminan kualitas.

Bali merupakan wilayah terdampak paling besar oleh pandemi covid-19 dan hal ini menuntut kreatifitas untuk menggali sumber daya yang bisa bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hasil pertanian adalah salah satu sobean yang memiliki dampak langsung terhadap laju inflasi.

Dalam bidang pertanian khususnya pada petani cabai mengalami masalah yang sangat signifikan, karena melonjaknya harga cabai saat ini, sedangkan masyarakat belum bisa menghilangkan cabai atau lombok dalam daftar komposisi menu makanannya.

Pada masa-masa tertentu harga cabai melambung tinggi, Lahan pertanian masih luas untuk bisa digarap dengan maksimal.

Pemasaran produk pertanian, termasuk cabai, masih belum stabil tergantung pengepul, harga ditingkat petani sangat rendah sedangkan ditingkat konsumen menjadi tinggi sehingga terdapat kesenjangan harga sangat jauh, serta konsumen tidak mempunyai akses langsung terhadap produk local.

Dalam hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bulelenng merancang program mengembangkan Implementasi  kegiatan/program  melalui Pengembangan Kawasan Cabai Rawit Merah (reguler) seluas 23 ha dan aspirasi seluas 30 ha. Pengembangan kawasan cabai besar (reguler) seluas 38 ha dan Memasarkan cabai di Peken ProTani. Diharapkan dari program tersebut dapat berdampak dan memberikan hasil dalam Meningkatnya luas areal tanam cabai rawit merah 53 ha dan cabai besar 38 ha serta Prediksi produksi cabai sebesar 8.641,9 Kw dan produksi cabai rawit sebanyak 126.800,7 Kw yang dipasarkan di Peken ProTani.

Dalam pelaksanaan program tersebut masih didapati kendala dan beberapa permasalahan yang diantaranya permasalahan ketika dalam kondisi iklim terutama kekeringan  yang mempengaruhi perkembangan tanaman dan hasil akhirnya serta serangan OPT yang menyebabkan berkurangnya hasil produksi. Solusi yang bisa diambil antaranya merencanakan Jadwal Tanam, berkoordinasi dengan semua pihak terkait, memantau perkembangan tanaman sehingga serangan OPT bisa terdeteksi dini.

Untuk hal promosi dalam program tersebut dilakukan Pemasaran online Peken ProTani lewat WhatsApp dan diarahkan ke marketplace yang bisa menjangkau masyarakat lebih luas.(dr)

Share Berita Ini :