Dalam rangka Pemenuhan Pemeriksaan Kinerja Pendahuluan atas Peran Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Produksi dan Keterjangkauan Pangan Secara Berkelanjutan pada Komoditas Tebu/Gula, Sawit/Minyak Goreng, dan Sapi/Daging untuk Menuju Ketahanan Pangan Tahun 2024 sd Semester I 2026 pada Pemerintah Provinsi Bali dan Instansi Terkait Lainnya di Denpasar. Mewakili Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng Analis Kebijakan Ahli Muda didampingi Kasubbag SDA dan Kasubbag Pembangunan menghadiri Audit BPK Provinsi Bali (16/09/26),di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kabupaten Buleleng, yang membahas mengenai ketahanan pangan.
Analis Kebijakan Ahli Muda menyampaikan presentasi mengenai Upaya Pengendalian Inflasi Kabupaten Buleleng melalui Strategi dan Upaya yang dilaksanakan diantaranya Memperpendek rantai pasok (Supply Chain Management) melalui Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Argha Nayottama dengan mengambil langsung barang dari produsen dan mendistribusikan ke pasar. Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah penghasil untuk menjaga ketersediaan pangan. Monitoring stok ke distributor secara berkala dan Melaksanakan Gerakan Pangan Murah setiap hari Minggu di JI. Ngurah Rai Singaraja bersama Perumda, Perumda Pasar, dan UMKM. Perusahaan Umum Daerah Pasar Argha Nayottama memberikan subsidi harga cabai kepada pedagang dan masyarakat saat harga meningkat. Distribusi langsung strategi komoditas (beras, cabai rawit, cabai besar, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, minyak goreng) ke pasar.
Melaksanakan monitoring harga di pasar setiap hari kerja, Hasil monitoring di-upload ke sistem SIGAPURA oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM Kabupaten Bulelengn dan Monitoring stok ke distributor secara berkala.
Koordinasi dan pemasaran cabai dari petani lokal binaan bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab. Buleleng. Memasarkan hasil panen cabai ke pasar-pasar induk di Kabupaten Buleleng guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.