Dalam rangka mengoordinasikan
beberapa hal penting dan strategis terkait pengendalian inflasi guna menjaga
stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Nyepi Tahun
Baru Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah serta Percepatan Dan
Perluasan Digitalisasi Keuangan Daerah Provinsi Bali, Bagian Perekonomian dan Pembangunan
Setda Kabupaten Buleleng melalui Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan
Setda Kabupaten Buleleng bersama Kepala Substansi Perekonomian menghadiri High
Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali. 2.
High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Keuangan
Daerah (TP2DD) Provinsi Bali, yang mana HLM tersebut diadakan di Ruang Tirta
Gangga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.( 10/02/2026)
Kegiatan tersebut dipimpin dan
dibuka langsung oleh Gubernur Bali, yang mana di hadiri oleh para Kepala Badan /
Kepala Dinas terkait yang ada di Provinsi Bali , Kepala Kepolisian Daerah Bali,
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Walikota/Bupati se-Bali,
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali, Kepala Perum BULOG
Divisi Regional Bali, Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Kepala
OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali serta Inspektur Daerah Provinsi Bali.
Dalam arahanya Gubernur Bali menjelaskan bahwa pertumbuhan Ekonomi Bali di akhir
tahun 2025 adalah 5,82% dan inflasi 2,58% yang dapa disimpilkan Baik. Hal ini
disebabkan oleh ekosistem ekonomi bali yang stabil dan keamaan yang selalu
terjaga. Beliau berharap seluruh elemen masyarakat bali terus mendukung
pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan produk lokal, baik dari bahan makanan,
buah, sampai ke tekstil bali.
Kegiatan dilanjutkan dengan
pemaparan oleh Kepala BI Perwakilan Bali tentang Gambaran Inflasi Daerah dan
Bali sebagai Pulau Digital dan Pemaparan materi dilanjutkan oleh Diputi Bidang
Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Badan Pangan Nasiona mengenai Inflasi Nasional,
harga komoditas, dan sebagainya . Kegiatan ditutup dengan pemaparan oleh kepala
OPD terkait lingkup Pemprov Bali. (dr)