Bagian Perekonomian dan Pembangunan
Setda Kabupaten Buleleng mengadakan rapat Realisasi Program TPAKD yang diadakan
di Ruang rapat Loby Kantor Bupati Buleleng. Yang mana rapat tersebut dipimpin
oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng di damping
oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng, dihadiri oleh undangan masing masing OPD terkait, instansi terkait dan Bank
terkait OJK di Kabupaten Buleleng serta Tim OJK Provinsi Bali (29/08/2025)
Pembahasan dalam rapat tersebut
tentang kredit/pembiayaan sektor
prioritas pertanian, kejarku pandai/syariah, umkm bali nadi jayanti/umkm syariah, peningkatan inklusi pasar modal. Pembahasan tentang KejarKu Pandai
(Satu Rekening Satu Pelajar dan Satu Sekolah Satu Agen Laku Pandai) merupakan
program yang bertujuan untuk peningkatan kepemilikan Simpanan Pelajar (SimPel)
dan Tabungan Anak serta optimalisasi penggunaan melalui Agen Laku Pandai di
sekolah, dengan melibatkan Bank konvensional dan Bank Syariah.
Simpanan Pelajar (SimPel) dengan kegiatan peningkatan literasi keuangan
kepada pelajar dengan target 30 kegiatan sosialisasi dan pendampingan, dengan
target peserta sebanyak 100.042 siswa.
Laku Pandai termasuk penguatan infrastruktur dengan target sebanyak 54 agen
laku pandai
Kejarku Pandai Syariah dengan kegiatan peningkatan literasi keuangan kepada pelajar dengan target
3 kegiatan sosialisasi dan pendampingan dengan target peserta sebanyak 6.830
siswa. Agen laku Pandai Syariah dengan target
4 unit.
Pembahasan tentang
UMKM Bali Nadi Jayanti merupakan
program pemberdayaan UMKM yang terdiri dari 2 (dua) kelas yakni kelas
akselerasi dan kelas inkubasi. Kelas akselerasi merupakan program pengembangan
bagi UMKM yang naik kelas sedangkan kelas inkubasi untuk menumbuhkan jiwa
kewirausahaan bagi Program Keluarga Harapan (PKH) . Asistensi dan
Pendampingan dengan target 4 kegiatan dan jumlah peserta 300 orang Asistensi
dan Pendampingan UMKM Syariah dengan target 3 kegiatan dengan target 150 orang.
Selanjutnya
pembahasan tentang Peningkatan inklusi pasar modal Peningkatan literasi dan
inklusi keuangan di sektor pasar modal, khususnya di kalangan Aparatur Sipil
Negara (ASN). Program ini merupakan program tematik Tim Percepatan Akses
Keuangan Daerah (TPAKD), dan menargetkan pemanfaatan produk dan layanan pasar
modal secara lebih luas di lingkungan pemerintah daerah Bali. Asistensi dan
pendampingan dengan target sebanyak 3 kegiatan, Peserta dengan target sebanyak
300 orang.