ISU STRATEGIS EKONOMI INDONESIA

  • Admin Ekbangsetda
  • 09 Januari 2020
  • Dibaca: 158 Pengunjung

Menurut data BPS, terdapat setidaknya lima lapangan usaha yang paling banyak memberi kontribusi dalam PBD, adapun lima lapangan usaha tersebut, kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan yang mencapai Rp 2.947,3 trilliun.

Sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi lapangan usaha tidak jauh berbeda komposisinya dari tahun 2017. Industri pengolahan sumber pertumbuhan tertinggi yakni 0,91 %. Jadi pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang mencapai 5,17% c-to-c (full year), penopang utamanya dari industri pengolahan. Selain industri pengolahan, terdapat empat lapangan usaha lainnya yang memberi kontribusi lebih dari seribu trilliun terhadap PDB. Kontribusi kedua terbesar dari lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor yang mencapai Rp 1.931,9 trilliun.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018 mencapai Rp.14.837,4 trilliun. Angka ini menunjukan peningkatan jika dibanding tahun 2017, yang hanya Rp 13.587,2 trilliun. Tatkala pemerintah merujuk pada data perekonomian yang disajikan oleh BPS tersebut ada optimisme dan peluang untuk Indonesia tahun 2030 akan menjadi Negara papan atas atau  bisa saja naik posisi ke peringkat kedua terbesar sejagat yang selama ini di lingkungan Negara-negara G 20 Indonesia berada di posisi ke 17. Sebanyak 7 dari 10 negara berkembang diprediksi menjadi Negara dengan ekonmi terbesar di dunia pada tahun 2030. Hal ini berdasarkan proyeksi jangka panjang yang dirilis Standard Chartered Plc. Dikutip dari Bloomberg, peringkat tersebut di dasarkan pada nominal Produk Domestic Bruto (PDB) berdasarkan paritas daya beli atau Purchasing Power Parity (PPP).

Beberapa isu ekonomi yang berkembang antara lain Human Capital, perkembangan informasi, Komunikasi dan Teknologi (ICT), Fintech, Nilai tukar, Keuangan global, Geo politik, kemiskinan, Kesenjangan, Perang dagang, Perdagangan antar Negara. Unsur, Kelemahan dan kondisi Geopolitik Indonesia saat ini. Geopolitik adalah sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategis nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik suatu Negara. Penentuan Geopolitik didasarkan pada geografi sosial (hukum geografis), terkait situasi, konstelasi geografi, atau kondisi dan apa saja yang dianggap sesuai dengan karakteristik geografi suatu Negara.

Dengan kondisi Indonesia sebagai Negara kepulauan serta keberagaman di masyarakatnya, dan juga mempunyai kekuatan keadaan geografis yang strategis dengan kelimpahan sumber daya alam yang ada, sehingga geopolitik Indonesia akan mempunyai keunggulan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diperhitungkan oleh Negara lain sesuai tujuan nasionalisme.

Unsur Geopolitik wawasan Nusantara, kekuatan Indonesia yang disegani oleh Negara lain, membuat Negara ini harus mempunyai pedoman bangsa yang bisa mencegah Indonesia diintervensi oleh Negara lain. Maka untuk itu sudah dirumuskan geopolitik Indonesia yaitu wawasan nusantara, yang berarti wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara. Hal ini membuat kepentingan bangsa harus  berpijak pada upaya menjamin persatuan dan kesatuan wilayah dan segenap aspek kehidupan nasional. Yang bisa menjamin Indonesia bisa eksis dan dapat melanjutkan perjuangan menuju masyarakat yang dicita-citakan para pendiri dan seluruh masyarakat bangsa Indonesia. Pembangunan geopolitik hanya bisa dilakukan secara efektif, jika dilandasi oleh wawasan kebangsaan yang sudah dirumuskan. Hal-hal berikut adalah unsur wawasan nusantara sebagai tolak ukur pencapaian tujuan geopolitik yaitu kesatuan dan keserasian, yaitu satu kesatuan sosial budaya, satu kesatuan bangsa, satu kesatuan wilayah, satu kesatuan ekonomi, satu kesatuan pertahanan dan keamanan. (dr)

 

Share Post :